Wednesday, 30 September 2015

manajemen organisasi



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1     Pengertian Organisasi
                   Organisasi adalah Organisasi (organization) dan pengorganisasian (organizing) memiliki hubungan yang erat dengan manajemen. Organisasi merupakan alat dan wadah atau tempat manejer melakukan kegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi organik dari manajemen dan ditempatkan sebagai fungsi kedua setelah perencanaan (planning).
                   Macam-macam pengertian organisasi menurut pendapat para ahli :
a.    James D. Mooney
                   Mengatakan bahwa Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
b.    James L. Gibson  sebagaimana yang dikutip oleh Winardi
                   Berpendapat bahwa, organisasi merupakan entitas-entitas yang memungkinkan masyarakat mencapai hasil-hasil tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh individu-individu yang bertindak secara sendiri.
c.    Jhon D. Millet
                   Organisasi adalah sebagai kerangka struktur dimana pekerjaan dari beberapa orang diselengarakan untuk mewujudkan suatu tujuan bersama.
d.   Chester L Bernard
                   Organisasi adalah suatu sistem tentang aktifitas kerjasama dua orang atau lebih dari sesuatu yang tidak berwujud dan tidak padang bulu, yang sebagian besar bagian silaturahmi.
e.    Stoner
                   Mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.


f.     Stephen P. Robbins
                   Menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
                   Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan.
Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
a.  Organisasi dalam arti badan yaitu suatu wadah atau tempat sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b.  Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.


2.2     Azas-azas Organisasi
a.    Pembagian kerja                                                 h.  Pemutusan wewenang
b.    Asas wewenang dan tanggung jawab                i.   Rantai berkala
c.    Disiplin                                                               j.   Asas keteraturan
d.   Kesatuan perintah                                               k.  Asas keadilan
e.    Kesatuan arah                                                     l.   Kestabilan masa jabatan
f.     Asas kepentingan umum                                    m. Inisiaif
g.    Pemberian janji yang wajar                                 n.  Asas kesatuan

2.3     Bentuk-bentuk Organisasi
                   Ada beberapa bentuk berbeda dari struktur organisasi dalam sebuah tim. Tim yang sudah terorganisir dan tersturktur dengan baik sangatlah penting, karena akan mengarahkan tim tersebut menjadi sebuah tim yang ahli dan cakap dalam bekerja. Pengambilan keputusan dalam sebuah tim bergantung pada bagaimana cara tim tersebut akan bekerja bersama.
                  
                   Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
a.    Organisasi Garis
                   Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.
Kebaikannya :
1.    Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
2.    Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
3.    Proses pengambilan keputusan cepat.
4.    Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
5.    Rasa solidaritas tinggi.
Kelemahannya :
1.    Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
2.    Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
3.  Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
b.  Organisasi Garis dan Staf
                   Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.
Kebaikannya :
1.    Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan perusahaan.
2.    Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli.
3.    Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesialisasi.
4.    Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
5.    Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
6.    Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci.
7.    Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Kelemahannya :
1.    Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
2.    Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
3.    Kesatuan komando berkurang.
4. Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.
c.  Organisasi Fungsional
                   Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikannya :
1.    Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.
2.    Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan.
3.    Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
4.    Koordinasi berjalan lancar dan tertib.
Kelemahannya :
1.    Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja.
2.    Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
3. Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik.
d.  Organisasi Panitia
                   Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.
Kebaikannya :
1.    Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
2.    Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
3.    Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu tim.
Kelemahannya :
1.    Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
2.    Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
3.    Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan.

2.4     Macam-macam Organisasi
                   Macam-macam organisasi tersebut adalah :
a.    Democratic Decentralized (DD)
                   Tidak memiliki pemimpin yang permanen. Koordinator dipilih untuk menangani suatu tugas yang harus diselesaikan. Koordinator pun bisa berubah atau diganti bila ada perubahan dalam pekerjaan (task). Keputusan yang dibuat harus berdasarkan konsensus kelompok, bukan hanya wewenang satu orang saja.
                   Komunikasi sangatlah penting karena setiap individu harus benar-benar faham akan segala sesuatu yang harus ditangani atau dikerjakan. Sifat komunikasi antar anggota di sini adalah komunikasi horizontal, karena tidak ada istilah pimpinan dan bawahan dalam bentuk organisasi ini.
b.    Controlled Decentralized (CD)
                   Memiliki satu pemimpin utama yang menangani dan mengkoordinir tugas-tugas utama. Terdapat pemimpin-pemimpin sekunder yang dipilih pemimpin utama untuk mengkoordinir dan menangani sub-sub tugas yang dibagi berdasarkan kebijakan pemimpin utama. Pemimpin sekunder ini menjadi koordinator dalam sub-sub group yang dibentuk berdasarkan pembagian tugas.
                   Pengambilan keputusan dilakukan secara bersama-sama antar anggota dalam masing-masing sub group. Sedangkan pengambilan keputusan antar group diputuskan oleh pemimpin utama. Komunikasi juga tetap diperlukan dalam satu sub group. Komunikasi dilakukan secara horizontal antar anggota dalam satu sub group. Tetapi terjadi komunikasi vertikal antara sub-sub kelompok dengan pemimpin utama tim.
c.    Controlled Centralized (CC)
                   Hanya ada pimpinan utama tim di sini, semua tugas dikoordinir dan ditangani langsung oleh pimpinan utama. Semua pengambilan keputusan terhadap suatu masalah berada di tangan pimpinan utama.
                   Pimpinan utama ini pula yang menentukan anggota kelompok mana yang harus bekerja dan tidak bekerja. Semua komunikasi tim harus melalui pimpinan utama. Karena itu sifat komunikasi dalam bentuk organisasi ini hanya bersifat vertikal.

No comments:

Post a Comment